Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Dalam Politik

            Perkembangan teknologi kini terus berkembang pesat. Hampir di setiap bidang saat ini sudah tersentuh pengaruh teknologi. Termasuk pengaruh internet yang membuat media sosial semakin banyak penggunanya. Media sosial mulai dari Facebook, twitter, instagram, blog, website, youtube, dan masih banyak lagi yang kini terus digandrungi masyarakat. Pada dasarnya, media sosial digunakan sebagai media untuk melakukan komunikasi antara orang yang satu dengan yang lainnya maupun dalam bentuk kelompok. Namun seiring dengan perkembangannya, media sosial kini dapat digunakan dalam berbagai hal. Misalnya kita dapat menggunakan media sosial untuk membuka bisnis. Dengan adanya media sosial, bisnis lebih mudah untuk dijalankan karena pasar sasarannya menjadi lebih luas. Terlebih, bisnis yang bisa dijalankan dengan media sosial juga cukup beragam. Selain itu, media sosial juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam bidang politik.

Dalam bidang politik, kini media sosial memiliki dampak yang cukup besar, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif yang bisa didapatkan dari adanya media sosial antara lain memudahkan penyebaran informasi mengenai situasi politik yang sedang terjadi. Kita dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi mengenai kinerja para pelaku politik. Dengan begitu, para anggota http://homebet99.com dapat dengan mudah menilai bagaimana kinerja dari para pelaku politik dengan mudah dan saat ada prestasi yang diraih, kita bisa langsung mengapresiasinya melalui media sosial. Sebaliknya, saat ada pelaku politik yang tertimpa isu-isu negatif kita bisa langsung mengetahuinya. Dengan catatan, kita tidak boleh langsung percaya dan menyebarkan informasi tersebut sebelum terbukti terjadi. Media sosial juga bisa dijadikan sarana kampanye bagi calon pejabat yang akan maju dalam pemilihan umum, baik pemilu legislatif, pilkada, hingga pilpres. Cukup banyak pejabat yang aktif di media sosial, hal ini bisa mereka manfaatkan untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Karena media sosial termasuk media komunikasi dua arah. Jadi, pejabat bisa menyampaikan gagasan-gagasannya, prestasinya, dan kelebihannya kepada masyarakat. Kampanye yang dilakukan melalui media sosial juga dinilai lebih efektif, karena tidak membutuhkan dana yang besar. Selain itu, masyarakat juga sangat banyak yang menggunakan media sosial, jadi lebih mudah untuk menarik simpati daripada melakukan pidato di depan khalayak umum. Sedangkan masyarakat juga bisa dengan mudah menyuarakan aspirasinya kepada pejabat pemerintah. Termasuk saat sedang terjadi kasus-kasus politik, masyarakat bisa bersama-sama menyuarakan pendapat tanpa harus turun ke jalan melakukan demonstrasi. Hanya saja, media sosial juga memiliki dampak negatif. Misalnya dengan media sosial orang-orang mudah melakukan kampanye hitam yang sesungguhnya dilarang. Orang-orang dengan mudah menyebarkan isu-isu negatif yang bertujuan menjatuhkan lawan. Tentu hal ini bisa merugikan orang lain yang tidak bersalah.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat harus hati-hati dan cerdas menyikapi isu-isu politik yang sedang terjadi.

 

Blogging Digital Media Umum

Pandangan Mengenai Kampanye Politik di Media Sosial

Pandangan Mengenai Kampanye Politik di Media SosialPengaruh media sosial terhadap kehidupan masyarakat semakin besar. Dengan media sosial, masyarakat semakin mudah mengakses ribuan informasi selama terhubung dengan jaringan internet. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat tersebar dengan cepat di media sosial. Termasuk di Indonesia, dimana Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia. Hal ini juga membuat pengguna media sosial Indonesia salah satu yang terbesar pula. Dengan fakta tersebut, banyak orang yang memanfaatkan media sosial selain untuk melakukan komunikasi juga digunakan untuk bertukar informasi, memulai bisnin, hingga sarana untuk melakukan kampanye. Kampanye adalah suatu usaha atau tindakan yang dilakukan untuk mendapatkan pencapaian dukungan. Kampanye ini bisa dilakukan dalam berbagai bidang termasuk politik.

Banyak para calon pejabat yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana berkampanye. Kampanye yang dimaksud adalah dalam upaya mendapatkan dukungan baik saat pemilihan umum legislatif, pemilu calon presiden, mauapun pemilihan umum kepala daerah dan sebagainya. Kampanye tersebut baik dilakukan oleh organisasi, tim sukses, maupun pejabat itu sendiri. Hal ini dikarenakan mereka menilai masyarakat banyak yang aktif dalam menggunakan media sosial. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah dalam menarik simpati masyarakat untuk memilihnya. Dengan menunjukkan berbagai prestasi dan kelebihan yang mereka miliki, masyarakat akan lebih mudah untuk dipengaruhi. Mereka juga bisa menyampaikan mengenai rencana-rencana yang akan diwujudkan setelah terpilih dalam pemilihan umum. Jadi, kampanye tidak hanya dilakukan secara offline saja, namun juga secara online untuk semakin meyakinkan masyarakat mengenai rencana mereka. Kemudian, media sosial juga dapat menaikkan pamor mereka yang akan bersaing dalam pemilihan umum.

Cukup banyak para pejabat pemerintah yang memiliki followers rata-rata ratusan ribu hinggan jutaan followers baik di twitter maupun instagram. Hal ini membuat mereka lebih dikenal daripada pejabat yang tidak aktif di media sosial. Dan bukan tidak mungkin pejabat yang aktif menggunakan media sosial dapat meraih suara yang lebih banyak. Apalagi, dengan adanya media sosial tentu membuka ruang yang luas bagi masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasinya. Masyarakat bisa dengan mudah menyampaikan aspirasi mereka melalui media sosial. Dan aspirasi tersebut juga lebih mudah didengar bagi pejabat yang aktif di media sosial. Hal ini juga bisa menjadi keuntungan bagi pejabat karena bisa mendengar keluhan dan keinginan masyarakat. Namun, dengan adanya media sosial masyarakat juga bisa dengan mudah mengetahui jika ada pejabat yang tertimpa masalah atau kasus. Bahkan, ada juga oknum yang memanfaatkan media sosial untuk menjatuhkan lawan dengan membuat isu yang tidak benar atau hoax.

Sebagai pengguna media sosial, kita harus bisa menyaring mana berita yang benar dan salah dengan mencari informasinya dari http://bengkelbola.org secara detail terlebih dahulu. Sehingga, suasana politik tidak ternodai dengan isu-isu yang tidak benar.

Peran Media Sosial Terhadap Dunia Politik
Blogging Digital Media Umum

Peran Media Sosial Terhadap Dunia Politik

Media sosial adalah sebuah media yang dapat digunakan untuk bersosialisasi oleh para penggunanya menggunakan jaringan internet atau secara online. Media sosial yang paling sering digunakan adalah Facebook, Twitter, dan Instagram. Selain untuk berkomunikasi dengan keluarga atau teman, media sosial juga memberikan banyak manfaat lain bagi para penggunanya. Beberapa manfaat yang bisa kita dapat dari media sosial antara lain, berkomunikasi dengan teman, mengetahui bagaimana kabar dari teman, berkenalan dengan teman baru, dan mengetahui informasi terbaru dari berbagai bidang seperti selebriti, olahraga, ekonomi, parawisata, hingga politik. Dengan adanya media sosial kita bisa mendapatkan banyak informasi mengenai perkembangan politik yang terjadi baik di Indonesia maupun mancanegara.

Ada banyak sekali peran media sosial dalam perkembangan dunia politik. Kita bisa mengetahui dengan mudah apa yang sedang terjadi dalam politik negara kita saat ini. Kita bisa mendapatkan banyak informasi politik dari Facebook, Twitter, Instagram, Blog, Youtube, dan jejaring sosial lainnya. Sebagai contoh adalah ketika ditemukan seorang pejabat atau anggota partai politik yang melakukan korupsi. Melalui media sosial kita dapat mengetahui informasi tersebut dengan cepat. Informasi tersebut bisa dengan mudah dan cepat menyebar di berbagai jejaring sosial. Kemudian saat seorang pejabat telah meresmikan sebuah bangunan atau jalan baru di suatu daerah yang jaraknya jauh dari kita, dengan mudah kita dapat mengetahuinya melalui media sosial.

Peran Media Sosial Terhadap Dunia Politik

Dengan begitu, kita bisa mengetahui bahwa pembangunan di negara kita sedang berjalan dengan baik atau tidak. Selain itu, kita juga dapat mengetahui bagaimana kinerja dari para pejabat dalam mengelola negara ini melalui media sosial. Sehingga, saat akan diadakan pemilihan umum, kita bisa mengetahui bagaimana rekam jejak dari para calon wakil rakyat dan calon pemimpin dari tingkat daerah kabupaten / kota, provinsi, hingga tingkat pusat. Artinya, para calon pejabat tersebut juga bisa menggunakan media sosial sebagai tempat untuk melakukan kampanye. Apalagi, para pengguna media sosial saat ini sudah semakin banyak dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia baik dari kawasan desa maupun kota. Dengan menunjukkan kinerja mereka di media sosial, para pejabat bisa dengan mudah menarik hati masyarakat. Namun, saat mereka melakukan kesalahan baik yang kecil hingga yang besar seperti korupsi, maka masyarakat juga akan dengan mudah mengetahuinya. Media sosial juga bisa digunakan sebagai media menyampaikan aspirasi rakyat dengan efektif. Dengan menyuarakan aspirasi melalui berbagai jejaring sosial yang ada, para pejabat akan membacanya sehingga aspirasi kita lebih cepat untuk sampai ke pemerintah. Sehingga, para pejabat juga akan lebih mudah untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh rakyatnya. Cukup besar peran media sosial bagi dunia politik saat ini. Untuk itu rakyat dan pemerintah harus lebih bijak dalam memanfaatkannya